<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just Another Om Ipit Weblog</title>
	<atom:link href="http://omipit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://omipit.wordpress.com</link>
	<description>Orang Awam Belajar Website</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Sep 2011 12:40:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='omipit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just Another Om Ipit Weblog</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://omipit.wordpress.com/osd.xml" title="Just Another Om Ipit Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://omipit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rasio Emas</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2011/01/21/rasio-emas-golden-ratio/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2011/01/21/rasio-emas-golden-ratio/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 05:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omipit.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Jika sebuah bentuk yang sesuai atau sangat seimbang didapatkan melalui unsur penerapan atau fungsi, maka kita dapat mencari fungsi Angka Emas padanya. Angka Emas bukanlah hasil dari imajinasi matematis, akan tetapi merupakan kaidah alam yang terkait dengan hukum keseimbangan. Rasio Emas Justru tidak logis jika masih beranggapan bahwa segala sesuatu itu &#8220;spontan ada&#8221;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=139&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sebuah bentuk yang sesuai atau sangat seimbang didapatkan  melalui unsur penerapan atau fungsi, maka kita dapat mencari fungsi Angka Emas padanya. Angka Emas bukanlah hasil dari imajinasi  matematis, akan tetapi merupakan kaidah alam yang terkait dengan hukum  keseimbangan. <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/068.htm" target="_blank">Rasio Emas</a></p>
<p>Justru tidak logis jika masih beranggapan bahwa segala sesuatu itu &#8220;spontan ada&#8221;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=139&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2011/01/21/rasio-emas-golden-ratio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Design Halaman Utama Sebuah Website</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2009/08/17/tips-design-halaman-utama-sebuah-website/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2009/08/17/tips-design-halaman-utama-sebuah-website/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 10:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[tipstrik]]></category>
		<category><![CDATA[accessibility]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[user interface]]></category>
		<category><![CDATA[web design]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti ingat dengan slogan parfum Axe : kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Design halaman utama pada sebuah website juga tentang kesan pertama. Ada kecenderungan bahwa pengunjung bisa pindah ke lain web secepat kedipan mata, hal ini terjadi jika mereka tidak menemukan kesan pertama yang baik pada halaman utama tersebut. Dan inilah tips [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=1&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda pasti ingat dengan slogan parfum Axe : kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. Design halaman utama pada sebuah website juga tentang kesan pertama.</p>
<p>Ada kecenderungan bahwa pengunjung bisa pindah ke lain web secepat kedipan mata, hal ini terjadi jika mereka tidak menemukan kesan pertama yang baik pada halaman utama tersebut. Dan inilah tips design halaman utama yang mungkin berguna :<span id="more-1"></span></p>
<h3>Tempat Apa Ini?</h3>
<p>Pertanyaan di atas adalah pertama kali yang harus kita jawab ketika mendesign halaman utama. Jika mengabaikan pertanyaan tersebut dan tidak menjawabnya, sama saja dengan membawa website dan pengunjung pada kegelapan.</p>
<p>Ketika ada pengunjung baru (belum pernah mengunjungi website kita sebelumnya) tidak dapat menemukan penjelasan tentang “web apakah ini?” dalam waktu 5 detik saja, maka pengunjung akan merasa seperti dibodohi (bingung) dan pergi tidak akan kembali lagi. Mengapa bisa begitu? Mari kita ber-andai – andai : Jika Anda kencan dengan seseorang yang akan membuat Anda tampak seperti orang idiot, apakah Anda ingin kencan dengannya lagi?</p>
<p>Bisa saja menggunakan kata – kata sederhana seperti : “Ini adalah web tentang perusahaan saya yang bergerak dalam bidang bla bla bla” dan sebagainya, lalu hubungkan dengan link tour atau link yang menjelaskan tentang perusahaan tersebut (about). Intinya adalah :</p>
<blockquote><p>Beri kata – kata itu makna yang positif dan buatlah pengunjung menganggap kata – kata itu penting.</p></blockquote>
<p style="text-align:center;"><a href="http://happycog.com"><img class="size-full wp-image-11 aligncenter" title="happycog.com" src="http://omipit.files.wordpress.com/2009/08/happycog.jpg?w=480" alt=""   /></a></p>
<p>Lalu mengapa halaman utama Google yang menampilkan edit text dan button? Ini adalah sebuah pengecualian, karena setiap pengunjung sudah mengetahui fungsi Google. Yang pelu diingat adalah :</p>
<blockquote><p>Pengunjung akan menggunakan sebuah website jika dia mengetahui fungsi atau kegunaan website tersebut.</p></blockquote>
<h3>Tunjukkan Yang Baru dan Jadilah Pemandu</h3>
<p>Setelah pengunjung mengetahui fungsi sebuah website, maka yang harus dilakukan adalah memberi mereka “yang terbaru”. Yang terbaru disini bukan hanya menampilkan artikel terbaru atau produk terbaru, tetapi kita juga harus menjadi pemandu untuk pengunjung agar mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dan apa yang kita inginkan dari pengunjung itu. Misalnya, menyarankan agar pengunjung mengklik link tentang produk kita, menyarankan agar mereka membaca testimonial dari klien kita dan lain sebagainya. Intinya, selalu kreatif.</p>
<h3>Menu Utama Yang Mewakili Halaman Utama</h3>
<p>Apa yang disampaikan pada halaman utama mewakili menu utama yang kita miliki. Maka, letak menu utama tidak boleh berubah pada setiap halaman, misalnya jika menu utama berada di header atau footer, maka menu tersebut harus tampil di tempat yang sama di seluruh halaman website. Hal ini dilakukan agar pengunjung lebih fokus pada layanan atau produk kita miliki.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Mendesign website adalah soal komunikasi. Ibarat sebuah lagu yang dibuka dengan syair yang indah, agar para pendengar tertarik untuk mendengarkan lagu itu sampai selesai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=1&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2009/08/17/tips-design-halaman-utama-sebuah-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://omipit.files.wordpress.com/2009/08/happycog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">happycog.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Dasar Meningkatkan Usability Pada Website</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2009/07/03/tips-dasar-meningkatkan-usability-pada-website/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2009/07/03/tips-dasar-meningkatkan-usability-pada-website/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 19:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[tipstrik]]></category>
		<category><![CDATA[accessibility]]></category>
		<category><![CDATA[usability]]></category>
		<category><![CDATA[web design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omipit.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Usability adalah salah satu kriteria yang penting yang harus dipenuhi ketika kita akan mendesign sebuah halaman web karena menentukan banyak-sedikitnya visitor atau pengunjung yang datang. Usability tidak dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari. Bahkan seorang web designer berpengalaman sekalipun membutuhkan kerja berhari &#8211; hari untuk mengembangkan sebuah website yang mempunyai usablity yang baik. Tips Meningkatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=15&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Usability adalah salah satu kriteria yang penting yang harus dipenuhi ketika kita akan mendesign sebuah halaman web karena menentukan banyak-sedikitnya visitor atau pengunjung yang datang. Usability tidak dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari. Bahkan seorang web designer berpengalaman sekalipun membutuhkan kerja berhari &#8211; hari untuk mengembangkan sebuah website yang mempunyai usablity yang baik.<span id="more-15"></span></p>
<h3>Tips Meningkatkan Usability :</h3>
<div id="_mcePaste">
<ol>
<li>Cobalah, apakah sudah cepat ketika Anda membuka website Anda sendiri. Halaman website yang loadingnya lama hanya akan membuat bosan pengunjung. Apalagi dengan koneksi internet seperti ini. Sebuah website bisa dibuat cepat nge-loadnya jika kita menulis kode CSS secara sederhana dan memakai kontent multimedia secukupnya.</li>
<li>Buat websitemu dengan design yang simpel dan memiliki susunan menu serta kategori yang sederhana, sehingga pengunjung tidak memerlukan waktu lama untuk mempelajari menggunakan website Anda. Jangan gunakan flash intro di web perusahaan atau web resmi lainnya. Karena hal ini sama saja dengan mengatakan kepada pengunjung “tenanglah, waktu Anda masih banyak untuk melihat hasil kerja saya yang memukau”.</li>
<li>Jangan gunakan fitur – fitur yang akan memperlambat website Anda. Misalnya, menggunakan widget, slideshow image, ataupun video. Tetapi gunakanlah widget yang penting yang berguna untuk mendapatkan informasi pengunjung Anda, misal alamat emailnya. Ini bukan berarti Anda menggunakan begitu banyak form yang harus diisi oleh pengunjung hanya untuk mendapatkan emailnya saja.</li>
<li>Buat website Anda terbuka untuk pengunjung yang berkomentar tentang usability. Hal ini bisa Anda jadikan saran dan kritik langsung dari pengunjung, sehingga nantinya Anda tahu apa yang perlu ditingkatkan lagi.</li>
<li>Hindari memasang background audio, iklan pop up (iklan yang tiba – tiba muncul), gambar background yang berukuran besar, dan lain – lain.</li>
<li>Perkecil ukuran gambar yang Anda gunakan agar bisa di load dengan cepat, Anda dapat menggunakan image optimizer untuk melakukan hal ini.</li>
<li>Jika Anda mempunyai website yang panjang dalam artian pengunjung butuh waktu untuk menggunakan scroll bar ke bawah, perkecilah halaman web tersebut dan buat seminimal mungkin. Daripada memiliki website yang panjang, akan lebih baik jika memiliki website yang minimalis, yang nyaman, dan tidak membingungkan dalam hal navigasinya.</li>
<li>Selalu sertakan sitemap atau paling tidak sebuah arsip artikel. Sebuah sitemap adalah sebuah diagram yang merepresentasikan arsitektur sebuah website. Sitemap tidak hanya baik untuk membantu memudahkan navigasi pada sebuah website, tetapi juga meningkatkan rangking di search engine.</li>
<li>Selalu perhatikan kontras warna yang sesuai sehingga teks pada website akan mudah terbaca. Jika Anda menggunakan latar belakang gelap, gunakan warna teks yang lebih terang.  Perkirakan apakah teks tersebut sudah cukup nyaman untuk dibaca.</li>
<li>Lengkapi website dengan konten yang berguna untuk pengunjung. Mengisi website dengan banyak informasi dan banyak iklan yang tidak relevan, adalah sama saja dengan mengusir pengunjung dari website Anda.</li>
</ol>
<h3>Web Untuk Belajar Usability :</h3>
<p><span style="font-family:Verdana;line-height:normal;font-size:16px;color:#333333;"> </span></p>
<p><span style="line-height:23px;font-size:14px;"> </span></p>
<ul>
<li><a style="text-decoration:none;color:#cc4105;margin:0;padding:0;" title="Artikel Kategori : Usability - DaniIswara.Net" href="http://daniiswara.net/category/usable-web/">Web Usability</a> -  <a style="text-decoration:none;color:#cc4105;margin:0;padding:0;" title="Kunjungi Dani Iswara .Net" href="http://daniiswara.net/">Dani Iswara .Net</a></li>
<li><a style="text-decoration:none;color:#cc4105;margin:0;padding:0;" title="Baca : 100 Teknik Usability Website" href="http://www.bakawan.com/log/100-tehnik-usability-website/">100 Teknik Usability WebSite</a> - <a style="text-decoration:none;color:#cc4105;margin:0;padding:0;" title="Kunjungi : Bakawan.Com" href="http://www.bakawan.com/">Bakawan.com</a></li>
<li><a style="text-decoration:none;color:#cc4105;margin:0;padding:0;" title="Artikel Kategori : Usability - UsabilityPost.com" href="http://www.usabilitypost.com/category/usability/">Usability</a> - <a style="text-decoration:none;color:#cc4105;margin:0;padding:0;" title="Kunjungi : UsabilityPost.com" href="http://www.usabilitypost.com/">Usability Post</a></li>
</ul>
<p><span style="font-size:medium;"><span style="line-height:23px;"> </span></span></p>
<h3>Inilah Wajah Usability Itu :</h3>
<p>Saya mencoba membandingkan media massa online dalam negeri dengan yang ada di luar negeri. Dan mungkin perbandingan ini menginspirasi.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://detiknews.com"><img class="size-full wp-image-20 aligncenter" title="detik" src="http://omipit.files.wordpress.com/2009/07/detik.jpg?w=480" alt=""   /></a></p>
<p>Bagaimana menurut Anda? Apakah sama dengan pendapat saya? Media massa online Indonesia, banyak warna dan animasi seperti karnaval 17 Agustusan.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=15&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2009/07/03/tips-dasar-meningkatkan-usability-pada-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://omipit.files.wordpress.com/2009/07/detik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">detik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Alasan Mengapa Menjadi Freelance Itu Keren</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2009/06/27/10-alasan-mengapa-menjadi-freelance-itu-keren/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2009/06/27/10-alasan-mengapa-menjadi-freelance-itu-keren/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 21:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omipit.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda memilih menjadi seorang freelancer pasti akan merasakan beratnya kegagalan dan kepuasan dalam keberhasilan. Ada 10 alasan kenapa seseorang memutuskan untuk menjadi seorang freelancer dan meninggalkan pekerjaan harian mereka. Dan jika Anda mempunyai alasan lain, mengapa Anda menjadi freelancer, jangan sungkan untuk berkomentar pada postingan ini. 1. Mengatur jadwal kerja sendiri Menjadi seorang freelancer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=36&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda memilih menjadi seorang freelancer pasti akan merasakan beratnya kegagalan dan kepuasan dalam keberhasilan. Ada 10 alasan kenapa seseorang memutuskan untuk menjadi seorang freelancer dan meninggalkan pekerjaan harian mereka. Dan jika Anda mempunyai alasan lain, mengapa Anda menjadi freelancer, jangan sungkan untuk berkomentar pada postingan ini.<span id="more-36"></span></p>
<p><strong>1. Mengatur jadwal kerja sendiri</strong></p>
<p>Menjadi seorang freelancer berarti kita dapat mengatur jadwal kerja sendiri. Kita bisa bangun tidur pada jam yang kita sukai dan bekerja sesuai dengan mood yang kita miliki.</p>
<p><strong>2. Bebas mengatur harga produk</strong></p>
<p>Kita dapat menentukan sendiri besarnya harga produk. Kita bisa memberikan harga per proyek yang diselesaikan atau menghitung biaya per-jam-nya pada saat kita mengerjakan proyek itu. Intinya, semua terserah diri sendiri.</p>
<p><strong>3. Kesuksesan tergantung diri sendiri</strong></p>
<p>Kita sendiri lah yang menentukan kesuksesan. Jika ada kesalahan walo hanya sedikit saja yang terjadi pada saat mengerjakan proyek, maka kesempatan sukses akan sedikit. Berusahalah sedikit lebih keras dan berilah yang terbaik untuk klien. Yang akhirnya akan mendapatkan nilai lebih dibanding dengan pesaing Anda.</p>
<p><strong>4. Bekerja dengan santai</strong></p>
<p>Menjadi seorang freelancer berbeda dengan pekerja kantoran, karena lebih santai. Jika sesuatu kita kerjakan dengan santai, maka akan terlihat kita sedang mengerjakan hobi, dan kelebihannya adalah hobi tersebut bisa mendatangkan penghasilan.</p>
<p><strong>5. Bekerja dimana saja sesuai selera</strong></p>
<p>Seorang freelancer tidak perlu harus merasa bosan di sebuah ruang kerja, freelancer bisa bekerja di kebun, atau bekerja pada saat sedang berkumpul dengan teman – teman sambil minum kopi. Yang kita butuhkan hanyalah sebuah laptop dan koneksi internet, itu saja.</p>
<p><strong>6. Modal sedikit</strong></p>
<p>Sebuah bisnis atau sebuah perusahaan pastinya membutuhkan modal yang besar, dan butuh biaya setup, riset dan lain – lain. Tidak dengan freelance. Butuh modal sedikit jika menjadi seorang freelancer. Basicly kita hanya membutuhkan sebuah PC dan sebuah koneksi internet, serta tambahan biaya listrik.</p>
<p><strong>7. Banyak waktu untuk kehidupan pribadi</strong></p>
<p>Kita bisa dengan mudahnya mengatur jam kerja di antara kehidupan pribadi. Jam kerja seorang freelancer bersifat fleksibel dan kita dapat memprogram jam kerja kita setiap minggunya. Jika ada acara seperti menghadiri sebuah pesta pernikahan di hari Senin, maka kita bisa merubah jadwal kerja menjadi hari selasa. Betul – betul fleksibel memang.</p>
<p><strong>8. Punya kesempatan belajar hal lainnya</strong></p>
<p>Dengan menjadi freelancer, banyak sekali kesempatan. Jika kita memberikan pelayanan yang baik dan punya nama besar dalam bidang yang kita tekuni, kita dapat berhubungan dengan orang – orang besar atau terkenal yang mungkin memberikan kita sebuah proyek. Dan dari klien seperti itulah kita bisa bertukar pengalaman tentang hal yang baru.</p>
<p><strong>9. Bebas mencari kerja sampingan</strong></p>
<p>Tidak semua freelancer hidup berkecukupan. Jika kita mempunyai klien yang sudah solid, portofolio yang diakui, dan harga produk yang besar dan klien setuju dengan harga tersebut, pastinya nyaman banget. Tapi bagaimana kalau tidak seperti itu? Nah, waktunya mencari kerja sampingan tanpa meninggalkan pekerjaan freelance kita dan bisa menambah pemasukan.</p>
<p><strong>10. Menjadi bos Anda sendiri</strong></p>
<p>Nah ini yang paling keren. Tidak akan pernah ada yang memaksa kita untuk memulai kerja. Jam berapa kita harus kerja dan jam berapa kita istirahat, semua terserah kita mengaturnya. Karena kitalah yang menjadi bos diri sendiri. Its perfect.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=36&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2009/06/27/10-alasan-mengapa-menjadi-freelance-itu-keren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Web Designer Dan Bangga Karenanya</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2009/06/18/web-designer-dan-bangga-karenanya/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2009/06/18/web-designer-dan-bangga-karenanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 21:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[web design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omipit.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu mendengar tentang anak 16 tahun yang mendesain web dan menghasilkan lebih dari $6000 dalam sebulan!?! Hal terberat menjadi seorang web designer profesional adalah memberitahu orang-orang apa pekerjaan saya. Berbagai komentar yang saya dapat mulai dari penilaian bahwa web hanyalah sebuah fad (tren sesaat), hingga ada komentar seperti ini, “Anakku kelas 5 SD sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=30&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah kamu mendengar tentang anak 16 tahun yang mendesain web dan menghasilkan lebih dari $6000 dalam sebulan!?!</p>
<p>Hal terberat menjadi seorang web designer profesional adalah memberitahu orang-orang apa pekerjaan saya. Berbagai komentar yang saya dapat mulai dari penilaian bahwa web hanyalah sebuah fad (tren sesaat), hingga ada komentar seperti ini, “Anakku kelas 5 SD sudah punya situsnya sendiri”. Alasan terutama bahwa titel pekerjaan seperti Desainer GUI Web atau Web Creative dianggap remeh dalam lingkup profesional dan media adalah karena dalam sosialita sekarang, istilah desainer web memberimu rasa hormat kira-kira sama dengan bagi seorang loper koran.<span id="more-30"></span></p>
<h3>Siapa yang harus Disalahkan?</h3>
<p>Bukanlah kesalahan dari desainer web sekarang jika siapapun dengan kemampuan memakai internet dapat dengan mudah mengaku bisa menjalani profesi tersebut. Adalah kesalahan dari desainer saat ini bahwa orang-orang tidak mengetahui perbedaan antara seorang profesional, dengan anak 16 tahun yang gemar mempromosikan diri sendiri. Perbedaan itu adalah kemampuan desain, pengetahuan Internet, pengalaman dan komitmen profesional pada bidang ini.</p>
<p>HTML adalah bahasa yang mudah dipahami, dan tidak butuh banyak keahlian untuk pergi ke toko dan membeli satu dari banyak paket software web editing WYSIWYG. Namun web desain lebih dari sekedar mengkode satu halaman yang akan tampil di browser. Batasan yang diberikan pada desainer web membuat pembangunan sebuah halaman menjadi sebuah permainan kompromi dan trik untuk menipu browser. Kita telah memakai fitur TABLE dari HTML sebagai semacam Postscript on-line, mendefinisikan sel untuk menyimpan data atau gambar kita sebagaimana kita memakai jalur (”path”) dan text box untuk mendesain halaman. Namun bersamaan dengan tiap trik baru, dengan tiap perkembangan baru, sifat dari Internet itu sendiri menyalurkan ide kita kepada siapapun di luar sana yang mengaku dirinya “desainer web”.</p>
<p>Sebagai profesional kita dihadapkan pada situasi yang sama yang diberikan oleh revolusi Desktop Publishing kepada desain grafis di akhir era 80an. Setiap perusahaan software menyatakan bahwa produk mereka akan membuat situsmu sebaik buatan desainer profesional. Sekolah lokal menawarkan kelas desain yang diajarkan oleh guru ilmu komputer yang memfokuskan pada penulisan HTML dan tidak pada tujuan memberikan desain yang efektif. Buku-buku tersedia di toko-toko dengan judul seperti The Idiot’s Guide to Web Design dan Web Page Design for Dummies. Profesi kita terancam oleh semua ini.</p>
<h3>Jadi apa yang bisa kita lakukan?</h3>
<p><strong>Pertama</strong>, kita harus memperluas jarak antara mereka yang sekedar mengaku sebagai desainer web dengan profesional sesungguhnya. Profesional tidak “membuat” desain web, kita mempraktekkannya. Web desain bukanlah tanda jasa yang bisa dipasang pada seragam pramuka (namun dari yang terjadi sekarang, hal itu tidak terlalu jauh berbeda), ini adalah sebuah pilihan karir yang menuntut perkembangan terus menerus dan dedikasi yang serius. Kita terus bekerja mengembangkan kemampuan dan teknik kita, mempelajari bagaimana memakai alat baru dan menguasai yang lama. Untuk menaikkan profesi kita dari persepsi yang ia dapat sekarang menuju tingkat yang layak ia perolah, perbedaan antara profesional dan amatir haruslah jelas bagi para penonton biasa.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, sebagai profesional kita harus memahami bahwa alasan pengunjung untuk meng-klik sebuah tombol sama pentingnya dengan penampilan tombol itu pada browser yang berbeda. Kita harus dapat melihat pada informasi yang dimasukkan ke dalam website dan mengorganisasikannya dalam format yang mudah dipahami. Separuh psikolog dan separuh editor majalah, seorang desainer web harus menjadi bentuk digital dari seorang manusia Renaissance. Sama seperti seorang pesulap yang dapat membuat kartu ratu hati terambil dari setumpuk kartu, kita harus dapat membawa pengunjung satu website menuju informasi yang akan menjawab pertanyaan mereka.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, kita harus dapat menentukan tujuan situs yang kita buat. Bekerja dengan klien untuk membangun strategi Internet mereka sama pentingnya bagi kesuksesan website tersebut, dengan bagaimana penampilannya. Perusahaan yang sekedar menginginkan sebuah website on-line akan melewatkan pengaruh komunikasi yang dimiliki oleh website yang efektif. Sebagai web desainer profesional kita harus dapat bekerja dengan satu perusahaan untuk menggarisbawahi apa yang ingin mereka dapat dari website mereka, dan apa yang diperlukan untuk memperolehnya. Kemudian kita memakai informasi ini untuk membangun situs yang akan memenuhi kebutuhan klien.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, pemahaman mengenai pemasaran dan Public Relation harus menjadi bagian dari resume setiap web desainer profesional. Kita harus mengetahui bagaimana memakai pola ekonomi berdasar-hadiah (gift-based) dari Internet untuk mendapat peningkatan pelanggan bagi klien. Profesional tidak boleh mengalami kesulitan membuat banner kampanye yang efektif, atau menulis meta-tag yang dapat mempromosikan situs. Sebagai profesional kita akan membutuhkan latar belakang semacam ini untuk bersaing dengan desainer web “sepulang sekolah” yang mendatangi bisnis kita.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, web desainer profesional harus merasa bangga dengan profesi kita. Sudah waktunya kita menggenggam titel kita, mengambilnya kembali dari anak-anak 16-tahun. Lain kali ketika kamu kehabisan kartu bisnis, banggalah dengan profesimu dan gunakan titel, Desainer Web. Bergabunglah dengan desainer web lain di daerahmu dan buat sebuah grup profesional. Berhenti bersembunyi di balik titel yang dibuat-buat; dengan melakukannya kamu hanya akan menambah persepsi bahwa web desain adalah pekerjaan yang tepat untuk para idiot dan bodoh.</p>
<p>Tidak akan mudah untuk merehabilitasi imej dari web desainer profesional, namun kita semua akan memperjuangkannya. Masa depan profesi kita ditentukan oleh perbuatan kita di masa sekarang. Jadi, ketika lain kali seseorang mengatakan bahwa anak kelas 5 SD mereka memiliki websitenya sendiri, balaslah dengan mengatakan bahwa dia harus terus berusaha, dan setelah lulus sekolah bisa jadi ia akan dapat menjadi desainer web profesional, sama sepertimu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=30&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2009/06/18/web-designer-dan-bangga-karenanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panggilan Untuk Semua Designer : Belajarlah Menulis!</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2009/06/13/panggilan-untuk-semua-designer-belajarlah-menulis/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2009/06/13/panggilan-untuk-semua-designer-belajarlah-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 20:03:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[tipstrik]]></category>
		<category><![CDATA[creativity]]></category>
		<category><![CDATA[user interface]]></category>
		<category><![CDATA[writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omipit.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua pernah mengalaminya. Klien berkata, “Pokoknya desainlah. Kami akan mengisi kontennya nanti.” Atau desainer berkata, “Seperti ini tampilan halamannya. Saya memakai sembarang kata-kata untuk teksnya, karena itu bukan tugas saya.” Sayangnya, itu bukanlah cara untuk mendesain satu pengalaman yang baik. Mungkin terdengar keren untuk menyatakan “pasar adalah percakapan” atau “desain adalah tentang mengkomunikasikan ide-ide,” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=24&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita semua pernah mengalaminya. Klien berkata, “Pokoknya desainlah. Kami akan mengisi kontennya nanti.” Atau desainer berkata, “Seperti ini tampilan halamannya. Saya memakai sembarang kata-kata untuk teksnya, karena itu bukan tugas saya.” Sayangnya, itu bukanlah cara untuk mendesain satu pengalaman yang baik.<span id="more-24"></span></p>
<p>Mungkin terdengar keren untuk menyatakan “pasar adalah percakapan” atau “desain adalah tentang mengkomunikasikan ide-ide,” namun bagaimana hal itu menjadi nyata jika desainer tidak bekerja dengan, ataupun sungguh-sungguh menuliskan, teks?</p>
<h3>Pengalaman User Bukan Sekedar Desain Visual</h3>
<p>Sudah waktunya kita desainer berhenti menganggap diri sendiri sekedar sebagai manusia pixel, dan waktunya menganggap diri sebagai pembuat pengalaman-pengalaman. Dan jika berkenaan dengan pengalaman di Web, tak ada cara lebih baik untuk membuatnya selain dengan menulis, dan menulis dengan baik.</p>
<p>Mari kita lihat contoh favorit semua orang tentang Melakukan Hal dengan Benar: Flickr. Tanya sekumpulan orang tentang pengalaman mereka dengan Flickr, dan mereka akan menggunakan kata-kata seperti “menyenangkan” dan “bersahabat” untuk menjelaskannya.</p>
<p>Mengapa? Tak ada hal yang secara unik menyenangkan mengenai teks hitam di atas background putih. Tidak ada yang bersahabat tentang upload dan memberi tag, tidak perduli berapa banyak trik ajaib AJAX yang kamu pakai. Tentu, konten fotografis itu sendiri yang memberikan pengalaman personal. Tetapi tak seorangpun pernah menyatakan betapa menyenangkannya Ofoto. Dan fitur jaringan sosial berorientasi-komunitas juga memberi sebuah pengalaman emosional, namun saya kira ada sesuatu yang lebih dari itu yang tengah berjalan.</p>
<p>Pendapat saya: Itu adalah tulisannya. Sifat bersahabatnya muncul dari teks yang sudah kita kenal sejak dulu. Saat kamu datang ke situsnya, ia menyambutmu dengan bahasa yang acak. Hola! Salut! Shalom! Ketika kamu log in, tombolnya mengatakan “Masuk ke dalam” (”Get in there”), bukannya “Kirim” (”Submit”). Ketika kamu meng-upload foto, bergabung dengan grup, menambah kontak.. semua teks yang berhubungan bersifat terbuka, memberi semangat, menyenangkan, dan kedengaran sangat tertarik (untuk menyambutmu). Dan ini mempunyai dampak yang signifikan pada keseluruhan pengalaman pemakai.</p>
<h3>Teks Adalah Interface ( antarmuka )</h3>
<p>Bukan hanya tentang teks pemasaran (walaupun termasuk juga). Ini adalah interface. Ini adalah teks yang datangnya tidak dari departemen Public Relation—datangnya dari kita, desainer yang bertanggung jawab terhadap pengalaman pengguna. Teksnya menjadi bagian dari User Interface sama seperti warna, pixel, semua hal yang biasanya diperhatikan desainer. Barangkali lebih.</p>
<p>Ambil contoh lain—sebuah situs yang baru saya temukan, masih dengan topik foto. Photojojo adalah pekerjaan cinta (labor of love) yang dibuat oleh Amit Gupta dan Kara Canal. Ia adalah sebuah newsletter mingguan, dan mereka jelas telah menghabiskan banyak waktu mengatur tulisan dalam newsletter. Namun mereka juga menghabiskan waktu sama banyaknya mengatur tulisan di tempat yang lain.</p>
<p>Ketika kamu datang ke situs, homepage-nya berkata, “Selamat. Ini hari keberuntunganmu! Kamu baru saja menemukan satu newsletter foto yang sangat keren.” Di bawah form email, pesan anti-span tidak mengatakan sesuatu yang kering seperti “kami tidak akan memberikan informasi pada pihak ketiga.” Sebaliknya ia berkata, “Kami sungguh-sungguh bersumpah: Tidak ada spam, tak akan pernah.” Jika kamu cukup penasaran untuk membaca halaman About, kamu akan dihadiahi sebuah cerita menarik tentang bagaimana kedua orang ini memutuskan untuk memulai situsnya. Tidak ada omong-kosong pemasaran, hanya dua orang yang benar-benar tertarik dengan apa yang mereka lakukan.</p>
<p>Jadi begini, saya adalah seorang yang membatalkan pendaftaran dari tiap email list yang saya ikuti pada tahun 1999 dan tidak pernah kembali. Saya benci email. Jika situs ini memakai bahasa tradisional, saya tidak akan pernah mendaftar. Namun ketertarikan mereka menular, dan sebelum saya sadar, saya sudah memberikan alamat email saya. Satu klik pada mail konfirmasi dan tahu apa pesan yang saya dapat di website mereka? “Bung, kamu hebat.” Tepat sekali.</p>
<h3>Di Balik Lorem Ipsum</h3>
<p>Jadi jika kamu seorang yang menyewa desainer, tanyakan pada mereka bacaan apa yang mereka sukai. Bicarakan dengan mereka tentang pilihan kata pada tiap tombol, tiap link, tiap judul. Buat mereka menulis halaman about-mu. Sudah menjadi tugas desainer untuk berpikir tentang situsmu sebagaimana seorang pemakai memikirkannya, dan katakan pada mereka apa yang harus mereka dengar, dan kapan mereka harus mendengarnya. Seorang desainer yang layak akan sanggup melakukannya. Dan jika desainermu berkata, “Saya bukan penulis,” mungkin sudah waktunya mencari desainer yang juga penulis.</p>
<p>Jika kamu seorang desainer yang tidak menganggap dirimu sendiri seorang penulis, sudah waktunya berpikir ulang. Belilah buku Strunk and White, lakukan penelitian online, atau ikutilah kelas-kelas. Desain adalah tentang komunikasi, dan perlu lebih dari pixel-pixel untuk berkomunikasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=24&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2009/06/13/panggilan-untuk-semua-designer-belajarlah-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Menulis Untuk Designer</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2009/04/05/tips-menulis-untuk-designer/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2009/04/05/tips-menulis-untuk-designer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 21:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[tipstrik]]></category>
		<category><![CDATA[writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omipit.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah saya bahas pada artikel yang berjudul Blog Untuk Personal Branding, ada banyak sekali tips – trik dari Pak Romi tentang menggunakan blog untuk menjual bakat atau mencari uang. Nah sekarang akan saya bahas tips gimana nulis artikel di blog kita. Sebenarnya penting nggak sih artikel pada blog seorang desainer? Jawabannya penting banget. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=33&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah saya bahas pada artikel yang berjudul Blog Untuk Personal Branding, ada banyak sekali tips – trik  dari Pak Romi tentang menggunakan blog untuk menjual bakat atau mencari uang. Nah sekarang akan saya bahas tips gimana nulis artikel di blog kita.</p>
<p>Sebenarnya penting nggak sih artikel pada blog seorang desainer? Jawabannya penting banget.  Contohnya begini, artikel atau content berfungsi sebagai penarik visitor supaya berkunjung ke blog kita. Dengan banyaknya artikel yang sesuai dengan keyword yang kita inginkan. Maka semakin banyak juga visitor yang datang karena searching dengan keyword yang cocok dengan keyword di artikel kita. Apakah visitor mau mampir ke blog kita kalo kita hanya memajang portofolio saja?<span id="more-33"></span></p>
<p>Jadi untuk para web designer yang jualan di inet, hukumnya wajib banget untuk membuat artikel. Neh ada sedikit tips dari saya :</p>
<h3>Tema boleh sama tapi harus unik :</h3>
<p>Jangan mencontoh band Indonesia yang mempunyai tema yang sama tetapi warna musiknya itu – itu aja. Intinya jadilah “unik”. Boleh jadi tema – tema beberapa tulisan sudah bertebaran di inet, tetapi gaya tulisan Anda berbeda, karena tulisan Anda adalah ciri khas Anda. Kalo sudah begini, saya jamin setiap harinya Anda pasti pengen menulis.</p>
<h3>Enaknya nulis jenis artikel apa :</h3>
<p>Tutorial, tips dan trik, download serta smashing adalah jenis artikel yang banyak digemari saat ini. Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak pula visitor yang memberi.<br />
Pembaca berbeda dengan Anda :</p>
<p>Jangan samakan pemikiran pembaca dengan pemikiran Anda. Seorang web designer tentunya berpengalaman pada bidang keilmuan yang digelutinya, tetapi klien tidak. Triknya adalah gunakan bahasa yang sederhana dan tidak terlalu intelek banget. Boleh saja memakai bahasa intelek, tapi harus di dampingi contoh dalam kehidupan sehari – hari yang mudah dipahami.</p>
<h3>Biarkan pembaca menilai sendiri :</h3>
<p>Ini penting banget, waktu kita menulis sebuah studi kasus tentang web yang selesai kita buat, jangan membesar – besarkan hasil karya kita sendiri. Biarkan pembaca yang menilai. Gunakan metode penulisan sederhana seperti : Apa, Mengapa, dan Bagaimana. Contoh : Web apakah ini? Alasan klien membuat web ini? Bagaimana struktur dan cara kerjanya?</p>
<h3>Copy &#8211; paste artikel dari luar negeri :</h3>
<p>Mood semua orang terkadang naik turun, hal ini wajar karena kita emang manusia. Tapi jangan kuatir ada ribuan bahkan jutaan artikel berbahasa Inggris yang bermutu, bisa kita copy paste kalo mood kita lagi down. Caranya adalah dengan menterjemahkannya. Menterjemahkan dalam artian bukan menterjemahkan kata demi kata, paragraf demi paragraf, bukan itu. Tapi menterjemahkan dengan bahasa kita sendiri, bahasa yang kita gunakan sehari – hari. Ambil intinya terus kembangkan sendiri. Contohnya bisa Anda baca pada artikel Tips Memacu Ide Kreatif,  artikel itu merupakan terjemahan dari artikelnya om Jacob Cass founder Just Creative Design.</p>
<h3>Incar keyword :</h3>
<p>Jangan lupa untuk membidik target keyword yang Anda inginkan. Untuk memasukkan keyword ke semua artikel tergantung dari kekreativitasan Anda mengolah kata.</p>
<h3>Gunakan teknik CSS readable text :</h3>
<p>Readable text adalah sebuah teknik pemrograman CSS yang memungkinkan visitor merasa nyaman jika membaca artikel kita. Dalam hal ini, ukuran, warna dan jenis font harus dipertimbangkan. Misalnya pada blog ini, saya memakai font Arial untuk title dan meta, Verdana untuk content.</p>
<h3>Sesekali nulis artikel curhat nggak apa kok :</h3>
<p>Siapa sih saya, apa saya bener – bener manusia, apa saya bener – bener ada, apa saja yang saya lakuin di dunia nyata. Hal ini penting juga untuk menjalin keakraban kita kepada para pembaca karena kita bekerja di dunia maya yang tidak berinteraksi langsung dengan klien atau pembaca. Fungsinya adalah, agar klien / pembaca ngerasa kita itu bener – bener ada buat mereka. Tetapi jangan curhat tentang masalah pekerjaan lho.</p>
<h3>Sebarkan di Facebook / Twitter :</h3>
<p>Gunakan situs jejaring sosial ( social network ) untuk membagi tulisan Anda dengan teman – teman Anda. Hal ini efektif jika di Facebook, Anda memiliki ribuan teman apalagi penggemar.</p>
<h3>Sebarkan di social bookmarking :</h3>
<p>Setelah artikel selesai ditulis, bookmark sendiri artikel Anda, misal di Digg. Terbukti, sebelum artikel pada blog ini di index Google, artikel yang sudah saya submit di Digg malah sudah d index dulu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=33&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2009/04/05/tips-menulis-untuk-designer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Memacu Ide Kreatif</title>
		<link>http://omipit.wordpress.com/2009/03/31/tips-memacu-ide-kreatif/</link>
		<comments>http://omipit.wordpress.com/2009/03/31/tips-memacu-ide-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 21:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>omipit</dc:creator>
				<category><![CDATA[tipstrik]]></category>
		<category><![CDATA[creativity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://omipit.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Anda pasti pernah berpikir gimana sih cara mendapatkan ide? Walo udah berusaha keras untuk mendapatkannya seringkali pertanyaan itu nggak terjawab. Biasanya, sesekali saya meluangkan waktu barang sbentar untuk berpikir sendiri dan menanyakan pada diri sendiri, dimana saya bisa mendapatkan kreativitas? Bagaimana saya dapat memacu kekreativitasan yang saya miliki? Intinya seperti meditasi ringan. Biasanya saya membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=39&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda pasti pernah berpikir gimana sih cara mendapatkan ide? Walo udah berusaha keras untuk mendapatkannya seringkali pertanyaan itu nggak terjawab. Biasanya, sesekali saya meluangkan waktu barang sbentar untuk berpikir sendiri dan menanyakan pada diri sendiri, dimana saya bisa mendapatkan kreativitas? Bagaimana saya dapat memacu kekreativitasan yang saya miliki? Intinya seperti meditasi ringan.<span id="more-39"></span></p>
<p>Biasanya saya membuat sebuah catatan kecil yang isinya tentang dimana saya mendapatkan ide dan inspirasi. Istilah lainnya adalah Mind – Mapping (memetakan pikiran). Nah, setelah pikiran ter-petakan, barulah saya eksplore satu – satu. Disini saya sajikan tips gimana memacu ide – ide kreatif Anda dalam hal desain. Caranya simple, tapi ampuh. Lets check it out!</p>
<h3>Menenangkan Pikiran ( Rileks )</h3>
<p>Luangkan waktu sebentar, lakukan suatu hal yang bisa membuat Anda senang dan santai. Kegiatan yang bikin saya tenang, contohnya : jalan – jalan, nonton film, melihat sesuatu yang menarik lainnya. Lakukan terus sampai Anda mempunyai Mood yang bagus.</p>
<h3>Menenangkan Hati ( Perasaan )</h3>
<p>Lakukan sesuatu yang bisa memotivasi diri Anda, sehingga nanti akan muncul energi positif yang bisa memicu munculnya ide kreatif. Misalnya, beribadah.</p>
<h3>Mengumpulkan Imajinasi</h3>
<p>Imajinasi adalah visualisasi tingkat tinggi. Cobalah untuk menutup mata Anda dan bayangkan Anda sedang berada di suatu tempat yang menurut Anda indah. Lihat warnanya, teksturnya, dan pegang sesuatu seakan – akan Anda memegangnya. Lalu dengarkan perasaan Anda. Apa yang Anda dengar? Bau apa yang Anda cium? Dan lain – lain. This makes you more relaxed and gives you gratitude also.</p>
<h3>Kerjakan Sesuatu Yang Ringan</h3>
<p>Kerjakan kegiatan Anda sehari – hari seperti biasanya sambil fokuskan pikiran Anda untuk mencari ide.  Misalnya makan, mandi sambil nyanyi – nyanyi, membersihkan tempat tidur, nyapu teras, nongkrong bengong, ngegosip dengan ibu – ibu perumahan, dll. Dijamin, ide kreatif pasti muncul dengan sendirinya.</p>
<h3>Berfikir Inspiratif</h3>
<p>Latihlah diri sendiri untuk melihat sesuatu yang menggerakkan emosi Anda. Baca majalah desain, browsing di situs showcase atau css gallery, pergi ke art gallery, baca sesuatu yang menginspirasi, berbicaralah dengan seseorang yang bisa membuat Anda nyaman. Tapi ingat, jangan berbicara sendiri.</p>
<h3>Gambarlah Sesuatu</h3>
<p>Gambarlah sesuatu, apa saja. Hal ini dapat mempertajam naluri Anda sebagai desainer. Menggambar juga bisa melatih Anda untuk melihat sesuatu dengan cara berbeda atau sesuai dengan imajinasi Anda. Menggambar muka sendiri juga boleh.</p>
<h3>Lihat Alternatif Lain</h3>
<p>Latihlah untuk bertanya pada diri Anda sendiri bagaimana melakukan segala sesuatu dengan cara berbeda. Ketika Anda mendapatkan solusi tentang suatu permasalahan desain, tanya diri Anda sekali lagi, “apakah ada alternatif lain untuk melakukan hal ini?”. Bangun sikap mental Anda sebagai seorang desainer dengan prinsip “there is always another way”.</p>
<h3>Bersikap Terbuka</h3>
<p>Jangan sekali – kali mematikan ide – ide yang datang ke pikiran Anda. Do not make judgments about it.  Karena ide – ide yang datang ini akan menambah ide kreatif Anda untuk memulai mendesain.</p>
<h3>Berfikir Di Atas Kertas</h3>
<p>Mulailah dengan mencatat ide Anda. Tulis apa saja yang ada di pikiran Anda : acak kata, frase, ide, sentuhan dll. Hubungkan dengan sebuah diagram. Ketika inspirasi ditemukan, ikuti saja. Jika tiba – tiba saja Anda mendapat ide atau alternatif lain, tulis saja di kertas itu atau tulis pada halaman baru.</p>
<p>Semoga bermanfaat. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/omipit.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/omipit.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/omipit.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/omipit.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/omipit.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/omipit.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/omipit.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/omipit.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/omipit.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/omipit.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/omipit.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/omipit.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/omipit.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/omipit.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=omipit.wordpress.com&amp;blog=12904540&amp;post=39&amp;subd=omipit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://omipit.wordpress.com/2009/03/31/tips-memacu-ide-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4f2fb87d33ab2146a5e436fcbc3e433d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">omipit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
